Home » Sejarah

Sejarah

Tujuh puluh delapan tahun yang silam, tepatnya tanggal 28 Februari 1940, Rumah Sakit Hermana Lembean yang berstatus rumah sakit pembantu, berdiri di atas sebuah areal tanah yang dibeli oleh pimpinan tarekat JMJ Moeder Aldegonda pada tahun 1925 seluas 44 are di desa Lembean Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, masuk pada wilayah paroki St. Paulus Lembean. RS ini boleh berdiri atas kerja keras umat sekitar, para suster dan tentunya bersama para tukang yang dibawah koordinasi Bruder Boers dan Werkhomen. Rencana pendirian gedung RS pada awalnya berlokasi di Airmadidi, namun atas desakan dan permintaan umat di wilayah Lembean, maka akhirnya RS di dirikan di tanah yang sudah dibeli di tahun 1925 tersebut.

Acara peresmian pengoperasian Rumah Sakit diawali dengan pengguntingan pita oleh pemerintah saat itu, yaitu Resident Van Rhijn. Pemberkatan gedung dilakukan oleh Mgr. W. Panis. Hadir juga sekitar 40 Hukum Tua dari Distrik Tonsea, pastor, suster, dokter dan tamu lainnya. Kepala RS Gunung Maria, Dr. H.P.C. Ooman yang telah banyak memberikan petunjuk teknis-medis dalam proses pembangunan juga hadir saat itu, memberikan sambutan mewakili pihak Rumah Sakit.

Rumah Sakit Hermana di dikelolah oleh para suster Societas Jesus Maria Joseph (JMJ). Kepala biara saat itu Sr. Gerarda Verburg yang di temani oleh 6 suster lainnya, yaitu Sr. Martha sebagai kepala dapur, Sr. Rumolda V. Rehydel sebagai kepala perawatan yang sering dipanggil sebagai dokter dan merangkap sebagai pengatur cucian, urusan rumah tangga, administrasi, kerohanian, dll, dan suster lainnya, yaitu Sr. Rafael, Sr. Serafien, Sr. Hermana dan Sr. Josephine. Biara Hermana Lembean ini merupakan biara JMJ ke tujuh di pulau Sulawesi saat itu.

Nama RS “Hermana”, diambil dari nama ketua dewan umum JMJ saat itu yang berkedudukan di s’Hertogenbosch – Belanda, sebagai penghormatan atas jasanya yang cukup besar atas pembangunan RS ini.

Rumah sakit yang baru berdiri sudah harus merasakan dan mengalami gejolak Perang Dunia II. Saat itu banyak perawat dan biarawati yang ditawan serta disingkirkan oleh tentara Jepang. Pelayanan juga sangat terganggu dengan serangan udara yang sering dilancarkan. Kemudian RS melewati juga perang saudara-Permesta.

Dokter yang pernah menjabat sebagai direktur RS Hermana Lembean, yaitu:

 

1940 – 1964                             : Dr. C.S. Richeter

1964                                        : Dr. Kuwee Giok Tong (Lukas)

1965 – 1969                             : Dr. Sie Tjoan Po

1969 – 1980                             : Dr. W. Ong Panda

1980                                        : Dr. Jan Supit

1981 – 1999                             : Dr. Th. J. Ludong, MPH

1999 – 2009                             : Dr. Daniel Ramoh

2009 – 2011                             : Dr. J.J. Thomarius, SpKJ

2011 – April 2012                      : Dr. F.K. Tambajong, MS

April 2012 – November 2012      : Dr. Daniel Ramoh

2012 – 2014                             : Dr. Laurentius R. Pontoh

2015 – 2016                             : Dr. Simon F.M. Pati, SH, MARS

2017 – Sekarang                     : Dr. Bobby Agustinus Parengkuan

 
  • Ratna Timur Tumarendem Manado
  • Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon
  • Rumah Sakit Budi Mulia Bitung
  • Rumah Sakit Hermana Lembean
  • Rumah Sakit Budi Setia Langowan
  • Rumah Sakit Cantia Tompaso
Skip to toolbar